Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Dagusibu Obat di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu

  • Setya Enti Rikomah sekolah tinggi kesehatan al-fatah Bengkulu, Jl. Indra Giri gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu

Abstract

Masyarakat banyak yang melakukan swamedikasi  untuk mengobati penyakitnya. Dalam pelaksanaan swamedikasi banyak yang belum mendapatkan informasi lengkap terkait dengan obat yang diterima. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan program Gerakan Keluarga Sadar Obat untuk mencapai pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat dengan benar. Tujuan penelitian untuk mengetahui persentase pengetahuan (baik, cukup dan kurang) masyarakat tentang DAGUSIBU obat dan untuk mengetahui apakah data sosiodemografi (umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan) dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang DAGUSIBU obat.

Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner sebagai data primer dan pengambilan sampel menggunakan metode cross sectional. Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah masyarakat kelurahan Tanah Patah yang melakukan DAGUSIBU obat dan bersedia menjadi responden, berumur 20-35 tahun dan komunikatif. Kriteria inklusinya yaitu masyarakat yang melakukan DAGUSIBU obat namun mengajukan pindah kelurahan dan KTP belum Tanah Patah.

Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat kelurahan Tanah Patah tentang DAGUSIBU obat dikatakan baik, dengan persentase 46,63% dari 193 responden, berdasarkan sosiodemografi responden usia 26-35 tahun berpegetahuan baik dengan persentase 30,05%, perempuan berpengetahuan baik dengan persentase 29,02%, pendidikan SMA berpengetahuan baik dengan persentase 31,08% dan pekerjaan swasta berpengetahuan baik dengan persentase 35,22%.

References

Agus Riyanto, 2011. Metodologi Penenlitian Kesehatan, EGC: Jakarta.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka cipta.
Damayanti Tri, Sari Yanti, Hindi Amrullah, 2019. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap Antibiotik di puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu, Jurnal Ilmiah Farmacy, 6:191-196.
Fajriyah Nuniek Nizmah, M. Laelatul Huda Fitriyanto, 2016. Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri, Jurnal Ilmu Kesehatan, 9 : Nomor 1.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Padu Fonda, Bennedictus S. Lampus, Vonny NS. Wowor, 2014. Gamaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pemakaian Gigi Tiruan dI Kecamatan Tondano Barat, Jurnal e-GIGI, 2 : Nomor 2.
Prima Desten, Lizma Febrina, Rolan Rusli, 2015. Profil Pengetahuan Antibiotik Amoksisilin Masyarakat Desa Batu-Batu, Kutai Kartanegara. Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1 2015. Fakultas Universitas Mulawarma, Samarinda, Kalimantan Timur.
Pujiastuti Anatasya dan Kristiani M. 2019, Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang ) obat dengan benar pada guru dankaryawan SMA Theresiana 1 Semarang, Indonesian Journal of Community Servis, 1: Nomor 1.
Purwidyaningrum Ika, Jason Merari Peranginangin, Mardiyono, Jamilah Sarimanah, 2019. Dagusibu, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Rumah dan Penggunaan Antibiotik Secara Rasional Di Kelurahan Nusukan,
Tarukbua Yoma Kristiani, Lucia Panda dan Ventje Kawengian, 2013. Hubungan Antar Golongan Darah dan Penyakit Jantung Koroner, Jurnal e-Biomedik, 1 : 656-661
Wardani Ratna, Yuan Prianggajati, 2013. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Memilih Makanan Sehari-Hari Dalam Keluarga di Rt 25 Rw 09 Lingkungan Tirtoudan Kelurahan Tosaren, Jurnal Eduhealth, 3: 97-102.
Published
2021-01-12
Section
Articles