PENENTUAN KADAR KAFEIN PADA KOPI ARABIKA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN KOPI ROBUSTA DENGAN METODE KCKT DI COFFEE SHOP PEKANBARU

Authors

  • Neni Frimayanti Sekolah tinggi ilmu farmasi riau
  • Happy Berliani Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ziadatul Wasi'ah

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v13i2.2128

Keywords:

Kafein, KCKT, kopi arabika, kopi robusta, Spektrofotometri UV-Vis

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan mengandung kafein sebagai komponen utama yang berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat. Kopi mengandung senyawa kafein yang dapat memperoleh efek negatif bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan seperti gangguan tidur, kecemasan, dan ketergantungan.. Menurut SNI SNI 01-7152-2006 batas maksimum kafein dalam makanan dan minuman adalah 150 mg/hari dan 50 mg/sajian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan kadar kafein pada kopi arabika dan kopi robusta di coffee shop Pekanbaru. Metode penetapan kadar kafein dalam sampel kopi arabika dengan metode Spektrofotometri UV-Vis dan kopi robusta dengan meetode KCKT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kafein pada kopi arabika pada masing-masing sampel dengan kode A,B, dan C secara berturut-turut yaitu 220,26 mg/sajian, 346,89 mg/sajian, dan 125,49 mg/sajian, sedangkan untuk kadar kafein pada kopi robusta pada sampel A, B, dan C masing-masing sebesar 374,09 mg/sajian, 269,85 mg/sajian, dan 216,59 mg/sajian. Hasil kadar kafein pada seluruh sampel tidak memenuhi standar SNI 01-7152-2006 untuk takaran persajian yaitu 50 mg/sajian, tetapi sampel C pada kopi arabika memenuhi standar SNI 01-7152-2006 untuk takaran perharinya yaitu 150 mg/hari jika hanya dikonsumsi satu kali sehari.

Coffee is one of the most widely consumed beverages worldwide, containing caffeine as its main component, which functions as a central nervous system stimulant. Excessive caffeine consumption may lead to adverse effects such as sleep disturbances, anxiety, and dependence. According to the Indonesian National Standard (SNI) 01-7152-2006, the maximum allowable caffeine content in food and beverages is 150 mg/day and 50 mg/serving. This study aimed to determine the caffeine content in Arabica and Robusta coffee sold in coffee shops in Pekanbaru. Caffeine levels in Arabica coffee samples were determined using the UV-Vis spectrophotometry method, while Robusta coffee samples were analyzed using the HPLC method. The results showed that caffeine levels in Arabica coffee samples A, B, and C were 220.26 mg/serving, 346.89 mg/serving, and 125.49 mg/serving, respectively, whereas Robusta coffee samples A, B, and C contained 374.09 mg/serving, 269.85 mg/serving, and 216.59 mg/serving, respectively. All samples exceeded the SNI 01-7152-2006 serving size standard of 50 mg/serving, although Arabica coffee sample C met the daily intake limit of 150 mg/day when consumed only once per day.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afginarifin, D.O., Gatera, V.A. & Salman, S. 2023. Analisis Kadar Kafein Dalam Bubuk Kopi Sanggabuana dan Bubuk Kopi Cibulao dengan Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 13(1): 44–50.

Christy, V., Fauzi, M. 2021. Perancangan Ulang Portable Coffee Maker Dalam Satu Kesatuan Flow, JCA of Design & Creative, 1(1): 142-149.

Fahmi A., Raka Astiti Asih, I.A. Sudiarta, I.W. 2016. Analisis Kandungan Kafein Pada Kopi Di Desa Sesaot Narmada Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Kimia.

Gunawan, S.G. 2016. Farmakologi dan Terapi Edisi 5 Universitas Indonesia. Departemen Farmakologi dan Terapeutika Fakultas Kedokteran UI.

Ilmiah, M. 2022. Kajian Konsumsi Minuman Berkafein Pada Petugas Keamanan (Satpam) Di Kawasan Industri Surya Cipta-Karawang, 9(2): 63–74.

Lolongan, R., Hermawati, Yacob, N. 2020. Dekafeinasi Kopi Robusta Menggunakan Proses Ekstraksi. Saintis, 2(1), 1-4.

Maimunah, S., Supartiningsih, S., Chandra, D. 2021. Penetapan Kadar Kafein Dari Bubuk Kopi Yang Diperoleh Dari Kota Sidikalang Secara Spektrofotometri UV. Jurnal Farmanesia, 8(1): 21–25.

Prasetyo, D., Sitorus, S., Gunawan, R. 2020. Penggunaan Spektrofotometer UV dan HPLC Pada Analisis Kandungan Kafein Kopi Arabika dan Robusta. Jurnal Atomik, 5(2): 76–80.

Rahmawati, A.I., Rejeki, H. 2021. Pekalongan Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). 5(1): 61–78.

Riyanti, E., Silviana, E., Santika, M. 2020. Analisis Kandungan Kafein Pada Kopi Seduhan Warung Kopi Di Kota Banda Aceh. Lantanida Journal, 8(1): 1.

Subhaktiyasa, P.G. 2024. Menentukan Populasi Dan Sampel : Pendekatan Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. 9: 2721–2731.

Triantara, A.N., Widyastuti, H.S. 2017. Perbedaan Kualitas Tidur Setelah Mengonsumsi Berbagai Jenis Minuman Kopi Pada Usia Dewasa. Journal of Nutrition College, 6(4): 379.

Published

30-12-2024

How to Cite

Frimayanti, N., Berliani, H., & Wasi’ah, Z. (2024). PENENTUAN KADAR KAFEIN PADA KOPI ARABIKA DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN KOPI ROBUSTA DENGAN METODE KCKT DI COFFEE SHOP PEKANBARU. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 13(2), 127–131. https://doi.org/10.51887/jpfi.v13i2.2128

Issue

Section

Articles