EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2024

Authors

  • Napsiah Atika Sari Program Studi Farmasi, Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Rosiana Program Studi Farmasi, Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Masita Sari Dewi Program Studi Farmasi, Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman
  • Nuzul Gyanata Adiwisastra Program Studi Farmasi, Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2134

Keywords:

Adult Pneumonia, Antibiotic Rationale, Gyssens

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi masalah kesehatan global. Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2021, pneumonia menyerang sekitar 450 juta orang setiap tahunnya, dengan 9,2 juta kasus terjadi secara global. Penyakit ini menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan 92% kasus terjadi di wilayah Asia dan Afrika. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa berdasarkan metode Gyssens di instalasi rawat inap Rumah Sakit di daerah Kabupaten Bekasi pada tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan desain deskriptif dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis secara kuantitatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Dari pasien dewasa yang memenuhi kriteria inklusi, mayoritas berada dalam rentang usia 56–65 tahun (69%) dan berjenis kelamin laki-laki (54%). Penyakit penyerta terbanyak adalah tuberkulosis paru (23%). Terapi antibiotik yang paling sering digunakan adalah terapi tunggal levofloxacin (38%). Evaluasi menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa 77% penggunaan antibiotik termasuk dalam kategori tidak rasional, dengan ketidaktepatan paling sering ditemukan pada aspek pemilihan obat dan durasi terapi. Mayoritas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa di Rumah Sakit Di Daerah Kabupaten Bekasi masih belum sesuai dengan prinsip rasional, sehingga diperlukan evaluasi rutin dan penguatan implementasi pedoman penggunaan antibiotik untuk menekan angka resistensi antimikroba.

Pneumonia is a lower respiratory tract infection that remains a global health problem. According to World Health Organization (WHO) data, pneumonia affects approximately 450 million people annually, with 9.2 million cases occurring globally. This disease ranks third as the leading cause of death in the world, with 92% of cases occurring in Asia and Africa. This study aims to evaluate the rationality of antibiotic use in adult pneumonia patients  based on the Gyssens method in inpatient installations of hospitals in Bekasi Regency in 2024. This study is a non-experimental study with a descriptive design and a retrospective approach. Data were obtained from patient medical records and analyzed quantitatively. The sample was selected using a purposive sampling technique according to predetermined inclusion and exclusion criteria. From the adult patients who met the inclusion criteria, the majority were in the 56–65 years age range (69%) and male (54%). The most common comorbidity was pulmonary tuberculosis (23%). The most frequently used antibiotic therapy was levofloxacin monotherapy (38%). Evaluation using the Gyssens method showed that 77% of antibiotic use was irrational, with the most frequent inaccuracies found in the aspects of drug selection and duration of therapy. The majority of antibiotic use in adult pneumonia patients at hospitals in Bekasi Regency is still not in accordance with rational principles, so routine evaluation and strengthening of the implementation of antibiotic use guidelines are needed to reduce the number of antimicrobial resistance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aljufri, A. Q., Yasin, N. M., & Wahyono, D. 2021. Rasionalitas Terapi Antibiotik Empiris Pada Pasien Pneumonia di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang. Majalah Farmaseutik, 17(1): 89-96.

Andriani, D. W., Hadi Endaryanto, A., Priasmoro, D. P., & Abdullah, A. 2022. Pengaruh Latihan Jalan 6 Menit Terhadap Tingkat Kebugaran Pasien Pneumonia Ringan Dan Sedang Di RS Husada Utama Surabaya. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 7(1): 2022.

Azyenela, L., Almahdy, A., & Syafitri, V. 2025. Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia di Salah Satu Rumah Sakit di Sumatera Barat. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF), 3(1): 44-54.

BPS. 2019. BPS. https://bekasikab.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTc2MCMx/jumlah-kasus-penyakit-menurun-kabupaten-kota-dan-jenis-penyakit-2019.html

Damayanti, M., Olivianto, E., & Yunita, E. P. 2022. Efek penggunaan antibiotik yang rasional terhadap perbaikan klinis pada pasien anak dirawat inap dengan pneumonia. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 11(2): 129-144.

Dwisaputro, S., Yuniar, P., & Rahmaniati, M. 2025. Autokorelasi Spasial Pneumonia Di Jawa Barat Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1): 1106–1115.

Hadiq, S., Fitriana Bunyanis, Nur Astuti Wulandari, & Widiya Basri. 2024. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap di RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidrap. Media Informasi, 20(2): 72–79

Kementerian Kesehatan RI. 2021. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Pneumonia. Kemenkes RI, 1–85.

Dewi, M. S., Muslih, H. F., Azizah, M., Marselina, M., Siffa, N. A., Kamilah, S. noor, & Khasanah, U. 2024. Strategi Peningkatan Pemahaman Terhadap DAGUSIBU di Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani. Jurnal Pengabdian Farmasi Dan Sains, 2(2): 13–22.

Setiadi, F. ., Maulidayanti, S. ., Adiwisastra, N. G., & Naibaho, D. 2022. Analisis Hubungan Ketepatan Penggunaan Antibiotik Terhadap Lama Rawat Pada Pasien Community Acquired Pneumonia (Cap) Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Anna Medika Periode 2020. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 7(2): 150–156.

Nurhaini, R., Tomi, T., Faradhila, A., & Indawati, I. 2024. Evaluasi Penggunaan Antibiotik Yang Rasional Pada Pasien Pneumonia Rawat Inap Di Rs X Kota Cirebon. Cerata Jurnal Ilmu Farmasi, 14(2): 82–88.

PDPI. 2022. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tahun 2022 Pneumonia Komunitas.

Permenkes RI. 2023. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Permenkes RI, 187315, 1–300.

Reviono. 2021. Pneumonia Bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Uns Press, 60–75.

Rindi, M. M. B. S., Sahputri, J., & Yuziani. 2025. Rasionalitas penggunaan antibiotik terhadap pengobatan: Rationality of antibiotic to use for pneumonia treatment X Hospital, North Aceh in 2023. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 8(2): 389–399.

Sari, S. K., Oktaria, S., & Novziransyah, N. 2022. Edukasi Swamedikasi yang Rasional di Kelurahan Pangkalan Masyhur. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2): 1–5.

Selvany, Kusumajaya, H., & Ardiansyah. 2024. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia. Altra: Jurnal Keperawatan Holistik (AJKH), 1(1): 46–54.

WHO. 2021. Word Health Organization. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia

Yulika, H., & Marselina, M. 2024. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Sikap terhadap Penggunaan Antibiotik Amoxicillin di Kampung X, Kabupaten Purwakarta. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 6(1): 104–109.

Published

31-12-2025

How to Cite

Sari, N. A., Rosiana, Dewi, M. S., & Adiwisastra, N. G. (2025). EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DEWASA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DI DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2024. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 14(2), 125–130. https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2134

Issue

Section

Articles