FORMULASI SEDIAN GEL EKSTRAK KOLAGEN KULIT IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PENAMBAHAN CMC (Carboxymethyl cellulose) SEBAGAI GELLING AGENT

Authors

  • Liza Mahera Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Nusantara, Bogor, Jawa Barat.
  • Eka Arismayanti Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Nusantara, Bogor, Jawa Barat.
  • Mufidhatul Muqarramah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Nusantara, Bogor, Jawa Barat.
  • Harun Indra Kusuma Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Nusantara, Bogor, Jawa Barat.
  • Bambang Darmono Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Teknologi Nusantara, Bogor, Jawa Barat.

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2158

Keywords:

Ikan patin, gel, karboksimetil selulosa, kolagen

Abstract

Kolagen merupakan komponen struktural penting yang ditemukan di hampir semua organ hewan dan manusia. Namun, munculnya berbagai penyakit dan ditambah pertimbangan agama, telah membatasi penggunaan kolagen dari mamalia. Oleh sebab itu, kolagen dari kulit ikan menjadi alternatif yang menjanjikan. Kolagen kulit ikan tidak hanya aman secara keagamaan dan biologis, tapi juga memiliki sifat anti-inflamasi. Salah satu sumber potensial adalah kulit ikan patin (Pangasius sp.). Penelitian terdahulu melaporkan aktivitas antioksidan kolagen dari kulit ikan patin mencapai ~20,45 µg ferosulfat/g dan potensi anti-inflamasi in vitro yang baik. Namun, hingga kini ekstrak kolagen kulit ikan patin belum dikomersialkan sebagai obat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan merumuskan sediaan gel topikal dari ekstrak kolagen kulit ikan patin dengan penambahan CMC (karboksimetilselulosa) sebagai gelling agent. Metode penelitian eksperimental dilakukan dengan dua formula gel yang berbeda konsentrasi CMC (0,5 % dan 1 %) serta variasi konsentrasi kolagen 10 %, 15 %, dan 20 %. Ekstraksi kolagen dilakukan melalui pra-perlakuan NaOH dan CH₃COOH lalu ekstraksi dengan air, diikuti pengeringan. Hasil menunjukkan rendemen kolagen kulit ikan patin sebesar 13,79 %, karakteristik FTIR menunjukkan adanya gugus amida A, B, I, II, III yang khas kolagen, dan gel terbaik adalah formula dengan CMC 0,5 % pada konsentrasi kolagen 10 % dan 15 % yang memenuhi persyaratan mutu: tekstur semi-padat, warna putih, homogen, pH aman untuk aplikasi kulit (4,5-5,0), daya sebar dalam rentang 5-7 cm, dan daya lekat (>1 detik). Kesimpulannya, ekstrak kolagen kulit ikan patin memiliki potensi sebagai bahan baku gel topikal untuk penyembuhan luka.

Collagen is an important structural component found in almost all animal and human organs. However, the emergence of various diseases and religious considerations have limited the use of collagen from mammals. Therefore, collagen from fish skin has become a promising alternative. One potential source is catfish skin (Pangasius sp.). Previous studies have reported that the antioxidant activity of collagen from catfish skin reaches ~20.45 µg ferrosulfate/g and has good in vitro anti-inflammatory potential. However, to date, catfish skin collagen extract has not been commercialized as a wound healing drug. This study aims to formulate a topical gel preparation from catfish skin collagen extract with the addition of CMC (carboxymethyl cellulose) as a gelling agent. The experimental research method was carried out with two gel formulas with different CMC concentrations (0.5% and 1%) and varying collagen concentrations of 10%, 15%, and 20%. Collagen extraction was carried out through pre-treatment with NaOH and CH₃COOH. The results showed a collagen yield of 13.79% from catfish skin, FTIR characteristics showed the presence of amide groups A, B, I, II, III typical of collagen, and the best gel was the formula with 0.5% CMC at collagen concentrations of 10% and 15% that met the quality requirements: semi-solid texture, white color, homogeneous, Safe pH for skin application (4.5-5.0), spreadability within a range of 5-7 cm, and adhesion (>1 second). In conclusion, catfish skin collagen extract has potential as a raw material for topical gels for wound healing.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almoshari, Y. 2022. Novel Hydrogels for Topical Applications: An Updated Comprehensive Review Based on Source Yosif Almoshari. Gels. MDPI, 8: 174.

Anggraeni, Y., Hendradi, E. dan Purwanti, T. 2012. Karakteristik sedian dan pelepasan natrium diklofenak dalam sistem niosom dengan basis gel. PharmaScientia, 1(1): 1-15.

Angeline, E.R. 2024. Pengaruh Komposisi Basis CMC-Na dan Karbopol Terhadap Karakteristik Sediaan Fisik Gel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh. Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan, 2 (1): 70-79.

Azuma, K., Osaki, T., Tsuka, T., Imagawa, T., Okamoto, Y., and Minami, S. 2014. Effects of fish scale collagen peptide on an experimental ulcerative colitis mouse model. PharmaNutrition, 2(4): 161-8.

Carattri, M.K.W., Shofy, A. M. dan Sulmartiwi, L. 2025. Catfish (Pangasius hypophthalmus) skin as a nanocollagen source: impact of extraction time and acetic acid concentration with ultrasonication assistance. Journal of Marine and Coastal Science, 14(2): 86-100.

Coates, J. 2000. Interpretation of infrared spectra, a pratical approach. Di dalam: Meyers RA, editor. Encyclopedia of Analytical Chemistry. Chichester: John Wiley dan Sons Ltd. Pp. 10815-10837.

Di Y., Chang-Feng C., Bin W., Guo-Fang, D. and Zhong-Rui L. 2014. Characterization of acid-and pepsin-soluble collagens from spines and skulls of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). Journal of natural medicines, 12(9): 712-720.

Dinofitri, H., Bunga, C., Idamanda, R., Putri, B.A., Rizamevia, F., Maharini, I. dan Sani, F.K. 2025. Formulasi sediaan gel ekstrak lidah buaya (Aloe barbadensis) dan daun sambung nyawa (Gynura procumbens) sebagai alternatif penyembuhan luka. Journal of Pharmaceutical Care and Sciences, 5 (2): 240-253.

Elbialy, Z.I., Atiba, A., Abdelnaby, A., Al-Hawary, II., Elsheshtawy, A., El-Serehy, H.A., Abdel-Daim, M.M., Fadl S.E. and Assar D.H. 2020. Collagen extract obtained from Nile tilapia (Oreochromis niloticus L.) skin accelerates wound healing in rat model via up regulating VEGF, bFGF, and α-SMA genes expression. BMC Veterinary Research, 16(1):352.

Febriana, N. M., Sa’adah, H., dan Purwanto, A. 2023. Formulation and antibacterial activity test on peel-off gel mask of limpasu (Baccaurea lanceolate) fruit extract againt staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmiah Farmako Bahari, 14(2): 112–123.

Handayani, S.R. dan Pramukantoro, G.E. 2021. uji efektifitas gel ekstrak sambung nyawa (Gynura Procumbens (Lour.) Merr.) terhadap penyembuhan luka pada kelinci hiperglikemia. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2): 152–158.

Hidayat, R. Z. 2020. Formulasi dan uji karakteristik sediaan gel hand sanitizer air perasan jeruk lemon (Citrus limon (l), burm,f) berbasis karbomer dan HPMC. UIN Maulana Malik Ibrahim.

Kong, J. dan YU, S. 2007. Fourier transform infrared spectroscopic analysis of protein secondary structures. Acta Biochimica et Biophysica Sinica, 39(8): 549-559.

Li, D., Gao, Y., Wu, J., Xie, Z., Zhao, J., He, C., Zhu, M., Zhang, S., Wang, P., and Mo, X. 2019. Evaluation of biocompatibility and immunogenicity of micro/nanofiber materials based on tilapia skin collagen. Journal of Biomaterials Applications, 33(8): 1118-1127.

Luluin, H. N. A. F., Suptijah P, Nurilmala M. 2017. Efektivitas alkali dan asam terhadap mutu kolagen dari kulit ikan patin. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 20(2): 255-265.

Miftahatuzzakiyah, I., Sutiswa, S. I. dan Yulia, N. 2021. Formulasi dan uji karakteristik gel hand sanitizer dengan variasi konsentrasi carbomer 940 sebagai gelling agent. Journal of Pharmacopolium, 4(3): 144–151.

Pogaga, E., P. V. Y., Yamlean. dan J. S., Lebang. 2020. Formulasi dan uji aktivitas krim ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L.) menggunakan metode DPPH. Pharmacon, 9(3): 349-356.

Prasongko, E.T., Lailiyah, M. dan Muzayyidin, W. 2020. Formulasi dan uji efektivitas gel ekstrak daun kedondong (Spondias dulcis F.) terhadap luka bakar pada tikus wistar (Rattus novergicus), Jurnal Wiyata, 7(1): 27–36.

Rinaldi, Fauziah dan Zakaria, N. 2021. Studi formulasi sediaan gel ekstrak etanol serai wangi (Cymbopogon nardus (l.) randle) dengan basis HPMC. Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia. 1(1): 33 42.

Rinawati, Tirta, I.B., Aulia, D.E.P., dan Kurniaty, I. 2021. Pengaruh Sediaan Gel Ekstrak Kental Daun Kanyere (Bridelia Monoica (L.) Merr.) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Punggung Tikus Galur Wistar. Jurnal UMJ, 2: 1-12.

Safitri, D., Abdul, E.R., Prismawiryanti dan Sikanna, R. 2017. Sistensi karboksimetil selulosa (CMC) dari selulosa kulit durian (Durio zibethinus).Kovalen, 3(1) : 58-68.

Singh, P., Benjakul, S., Maqsood, S. and Kishimura, H. 2011. Isolation and characterisation of collagen extracted from the skin of striped catfish (Pangasianodon hypophthalmus). Food Chemistry, 124(1): 97-105.

Sivaraman, K. dan Shanthi, C. 2021. Role of fish collagen hydrolysate in attenuating inflammation-An in vitro study. Journal of Food Biochemistry, 45(1):1-13.

Slamet, B. D., Anggun, dan D. B., Pambudi. 2020. Uji Stabilitas fisik formula sediaan gel ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 8(2): 115-122.

Sonavane, A.E., Koli, J.M., Patange, S.B, Naik S.D. and Mohite, A.S. 2018. Isolation of acid and pepsin soluble collagens from the skin of Indian mackerel Rastrelliger kanagurta (Cuvier 1817) . Journal of Entomology and Zoology Studies, 6(2): 2508-2511.

Veeruraj, A., Arumugam, M. dan Balasubramanian, T. 2013. Isolation and characterization of thermostable collagen from the marine eel fish (Evenchelys macrura). Journal Process Biochemistry, 48(1): 1592.

Wijayani, A., Ummah, K. dan Tjahjani, S. 2005. Karakteristik karboksimetil selulosa (CMC) dari eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solms). Indonesia Journal of Chemistry, 5(3): 228-231.

Yanti, F., Dharmayanti, N. dan Suryanti. 2022. Aktivitas antioksidan kolagen dari kulit ikan patin (Pangasius sp.) dengan enzim bromelin kasar kulit nanas (Ananas comosus L.). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 25(1): 88-96.

Zhang, Z., Wang, J., Ding, Y., Dai, X. and Li, Y. 2011. Oral administration of marine collagen peptides from Chum Salmon skin enhances cutaneous wound healing and angiogenesis in rats. J Sci Food Agric. 91(12): 2173–9.

Published

31-12-2025

How to Cite

Mahera, L., Arismayanti, E., Muqarramah, M., Kusuma, H. I., & Darmono, B. (2025). FORMULASI SEDIAN GEL EKSTRAK KOLAGEN KULIT IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PENAMBAHAN CMC (Carboxymethyl cellulose) SEBAGAI GELLING AGENT. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 14(2), 118–124. https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2158

Issue

Section

Articles