UJI STABILITAS FISIKA KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN TONER EKSTRAK BIJI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.)
DOI:
https://doi.org/10.51887/jpfi.v15i1.2170Keywords:
Toner, Stabilitas, Antibakteri, Biji pepaya CaliforniaAbstract
Toner merupakan sediaan kosmetik untuk membersihkan wajah dan mencegah munculnya jerawat. Jerawat adalah kondisi kulit yang umum dialami oleh setiap orang baik pada usia remaja maupun dewasa. Munculnya jerawat pada wajah umumnya sangat mengganggu. Salah satunya penyebab munculnya jerawat pada wajah adalah karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Biji papaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun, penggunaan biji pepaya dalam sediaan kosmetik, seperti toner, masih memerlukan kajian terutama stabilitas fisika kimianya dan efektivitas antibakterinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisika kimia Toner anti jerawat ekstrak biji pepaya California (Carica papaya L.) meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, dan uji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstraksi biji papaya California dilakukan dengan metode maserasi. Formulasi Toner ekstrak biji pepaya California (Carica papaya L.) dibuat dengan variasi konsentrasi 1%, 2%, dan 3%. Toner diuji stabilitasny selama 15 hari masa penyimpanan dan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi cakram. Hasil uji organoleptis dan homogenitas pada semua formulasi menunjukkan tidak ada perubahan selama penyimpanan. Hasil uji pH selama 15 hari pada F1 sebesar 5,59±0,25, pada F2 sebesar 5,50±0,26 dan F3 sebesar 5,23±0,17. Hasil uji aktivitas antibakteri hari ke-0 pada F0 sebesar 0 mm, F1 sebesar 1,42 mm, F2 sebesar 1,31 mm, dan F3 sebesar 3,64 mm sedangkan hasil uji ke-2 pada pada hari ke-15 F0 sebesar 0 mm, F1 sebesar 1,03 mm, F2 sebesar 3,10 mm dan F3 0,51 mm. Semua formulasi memiliki stabilitas fisika kimia yang baik dengan nilai pH yang memenuhi syarat sediaan. Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh semua formulasi namun dengan kategori sangat lemah.
Downloads
References
Ain Thomas, N., Tungadi, R., Putri Papeo, D. R., Makkulawu, A., & Manoppo, Y. S. (2022). Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Krim. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 2(2), 143–152. https://doi.org/10.37311/ijpe.v2i2.13532
Ardianti, A., Kenanga, G., & Wahyu, S. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Face Toner Ekstrak Etanol 70 % Daun Belimbing Manis ( Averrhoa carambola L .) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Duta Pharma Journal, 4(2), 318–331.
Aspadiah, V., Sitti Zubaydah, W. O., Muliadi, R., Anwar, I., & Jumilta. (2024). Formulasi, Evaluasi dan Uji Iritasi Sediaan Toner Niacinamide. Lansau: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.33772/lansau.v2i1.20
Azril, M., & Oktaviani, Ni. (2024). Formulasi dan uji stabilitas sediaan toner anti jerawat dari ekstrak daun belimbing wuluh (. Journal of Health Sciences Laksia, 2(5), 1–12.
Burhamin, Y. (2024). Pembuatan Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Toner Wajah Infusa Daun Belimbing Wuluh (Avverhoa Bilimbi L.). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 8(2), 146–152. https://doi.org/10.59060/jurkes.v8i2.345
Eny Widhia Agustin, Mia Hafizah Tumangger, Axcel Martsanda Pertiwi, Ivana Alicea Hanindita, Mica Corneliah, Aida Maulina, Lucky Amelia Putri, & Wahyu Widaningsih. (2024). Study Pustaka Pemilihan Skincare Berdasarkan Komposisi Sesuai Dengan Permasalahan Kulit Wajah. An-Najat, 2(4), 288–295. https://doi.org/10.59841/an-najat.v2i4.2002
Fitria Noor Hafifah, Laila Sonia Agustina, Nor Latifah. (2025). Review formulasi dan evaluasi stabilitas fisik sediaan krim berbahan alam: tinjauan berbasis berbagai metode uji (cycling, freeze-thaw, sentrifugasi. Sains Medisina. 3(5), 320–328.
Handayani, F., Warnida, H., & Nur, S. J. (2016). Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Streptococcus mutans dari Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp). Media Sains, 9(april), 74–78.
Imansyah, M. Z., & Alam, G. (2021). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar. Jurnal Kesehatan Yamasi Makasar, 5(2), 121–127.
Istiqomah, N., Oklyan, R., & Timur, K. (2025). Formulasi dan Evaluasi Masker Peel Off Ekstrak Daun Bayam Merah ( Amarathus tricolor L) sebagai Anti Aging Menggunakan Metode DPPH ( 1,1-Diphenyl-2-picryhydrazyl). 10(5), 384–389.
Kesehatan Yamasi Makassar, J., Basir, H., Purnamasari, I., Thalib, M., Tenriugi Daeng Pine, A., & Pratama Nurka Sari, N. (2024). Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Facial Wash Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora L.) Serta Aktivitasnya Terhadap Staphylococcus epidermidis. Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar, 8(2), 33–45. http://journal.yamasi.ac.id
Liling, V. V., Lengkey, Y. K., Sambou, C. N., & Palandi, R. R. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Pepaya Carica papaya L. Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes. Biofarmasetikal Tropis, 3(1), 112–121. https://doi.org/10.55724/j.biofar.trop.v3i1.266
Mandias, I. I., Yamlean, P. V. Y., & Abdullah, S. S. (2022). Formulation and antibacterial activity test of peel-off gel mask ethyl acetate fraction of cocoa pods (theobroma cacao l.) Against staphylococcus aureus as anti-acne formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan masker gel peel-off fraksi etil aseta. 11(November), 1813–1824.
Mauliza, M., Studi Pendidikan Dokter, P., & Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh Besar, F. (2021). Pengaruh Penggunaan Kosmetik Terhadap Acne Vulgaris Pada Remaja Putri Kelas I Dan Kelas Ii Sma Negeri 4 Banda Aceh. Jurnal Sains Riset |, 11(2), 433. http://journal.unigha.ac.id/index.php/JSR
Muhammad Andira Ibnu Shina, Tatiana Siska Wardani, & Kusumaningtyas Siwi Artini. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi Air, Fraksi Etil Asetat, Fraksi n-Heksan Daun Petai Cina (Leucaena leucocephala) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(6), 1–37. https://doi.org/10.61132/obat.v2i6.785
Noor, M., Malahayati, S., & Nastiti, K. (2023). Formulasi dan uji stabilitas sediaan toner wajah ekstrak buah pare (momordica charantia l) sebagai anti jerawat dengan variasi surfaktan. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 5(1), 133–145. https://doi.org/10.33759/jrki.v5i1.330
Setiyanto, R. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Pepaya (Carica Papaya L) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 13(1), 124–129. https://doi.org/10.30591/pjif.v13i1.5942
Sista Satyarsa, A. B. (2022). Efek anti-bakteri ekstrak biji pepaya (carica papaya l.) Terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus atcc 25923 secara in vitro. E-Jurnal Medika Udayana, 11(11), 16. https://doi.org/10.24843/mu.2022.v11.i11.p04
Subadra, O. S., Atikah, N., Jannah, F. M., & Khoirunisa. (2023). Formulasi dan Uji Penangkap Rdikal Bebas Metode DPPH Sediaan Toner Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi Linn). Duta Pharma Journal, 3(2), 65–76.
Sulistyarini, I., Alimatunnisaa, A., & Wulandari. (2021). Penentuan Kadar Fenolik dan Aktivitas Antibakteri Total Ekstrak Etanol, N-Heksana, Etil Asetat, dan Fraksi Air Daun Kuri (Muraya koenigii (L.) Spreng) Terhadap Staphylococcus aureus yang Resisten Terhadap Berbagai Jenis Antibiotik. Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, Dan Kesehatan, 8, 46–50.
Yuliastuti, D., Indriapuspa, C., & Yuli Pratiwi, P. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Toner Minyak Atsiri Kulit Jeruk Purut (Cytrus hystrix Dc) terhadap Propionibacterium acnes. Media Farmasi Indonesia, 18(2), 101–106. https://doi.org/10.53359/mfi.v18i2.223
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ratih Purwanti, Suwantiningsih, Hanita Christiandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


