Perbedaan Daya Antioksidan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) yang Diekstraksi dengan Metode Perkolasi dan Soxhletasi

Authors

  • Mauizatul Hasanah Hasanah Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v9i2.945

Keywords:

antioxidant, kersen leaves, Muntingia calabura L., percolation, Soxhletation

Abstract

Antioksidan adalah suatu aktivitas senyawa yang banyak terdapat di dalam tumbuhan, dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Aktivitas antioksidan suatu ekstrak tumbuhan dipengaruhi oleh jumlah senyawa antioksidan yang terdapat di dalamnya. Metode ekstraksi bisa mempengaruhi perolehan ekstrak dan jumlah senyawa kimia yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode perkolasi dan soxhletasi. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan mengamati absorbansi perendaman DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) di dalam antioksidan dari ekstrak dan dibandingkan dengan vitamin C sebagai pembanding. Persen inhibisi penghambatan DPPH dari ekstrak perkolasi dan ekstrak Soxhletasi diamati pada berbagai konsentrasi yaitu 160, 110, 60 dan 10 ppm, lalu dihitung nilai IC50 sebagai parameter daya antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rendemen ekstrak berturut-turut untuk ekstrak perkolasi sebesar 19,46% dan ekstrak Soxhletasi sebesar 15,21%. Pada ekstraks perkolasi didapatkan persen inhibisi berturut-turut adalah 43,70%, 29,04%, 14,03%, 6,13% dan pada ekstraks Soxhletasi didapatkan persen inhibisi 39,27%, 27,50%, 12,23%, 4,92%. Dari hasil perhitungan persen inhibisi didapatkan nilai IC50 dari masing-masing metode yaitu dari metode perkolasi 189,85 ppm dan metode soxhletasi 209,90 ppm, sedangkan vitamin C mempunyai nilai IC50 19,77 ppm. Hasil analisa statistik uji-T terjadi perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara ekstrak perkolasi dan soxhletasi, dengan daya antioksidan ekstrak perkolasi lebih tinggi dari ekstrak Soxhletasi.

 

 

References

Surjowardojo, Puguh, Imam Thohari, and Aswah Ridhowi. 2014. “Quantitative and Qualitative Phytochemicals Analysis of Muntingia Calabura” 4 (16). www.iiste.org.
Syahara, Suci, and Yenni Farida Siregar. 2019. “Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia Calabura).” Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia 4 (2): 121–25.
Selin R Widjaya, Widdhi Bodhi, and Adithya Yudistira. 2019. Fitokimia, Skrining, U J I Aktivitas Antioksidan, Toksisitas Dari, Ekstrak Daun, Kersen Muntingia, Dengan Metode, “Shrimp Lethality Test ( BSLT )” 8: 315–24.
Pamungkas, Jaka Dwi, Khairul Anam, and Dewi Kusrini. 2016. “Penentuan Total Kadar Fenol Dari Daun Kersen Segar, Kering Dan Rontok (Muntingia Calabura L.) Serta Uji Aktivitas Antioksidan Dengan Metode DPPH.” Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi 19 (1): 15. https://doi.org/10.14710/jksa.19.1.15-20.
Z.A, Zakaria, Fatimah C.A, Mat Jais A.M, Zaiton H, Henia E.F.P, Sulaiman M.R, Somehit M.N, Thenamutha M., and Kasthuri D. 2006. “The in Vitro Antibacterial Activity of Muntingia Calabura Extracts.” International Journal of Pharmacology.
Pertiwi, Ratih Dyah, Suwaldi, Ronny Martien, and Erna Prawita Setyowati. 2020. “Radical Scavenging Activity and Quercetin Content of Muntingia Calabura L. Leaves Extracted by Various Ethanol Concentration.” Journal of Food and Pharmaceutical Sciences 8 (1): 1. https://doi.org/10.22146/jfps.581.
Hasanah, Mauizatul, Noprika Andriani, and Noprizon Noprizon. 2016. “Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia Calabura L.) Hasil Ekstraksi Maserasi Dan Refluks.” Scientia : Jurnal Farmasi Dan Kesehatan 6 (2): 84. https://doi.org/10.36434/scientia.v6i2.52.

Boas, Sergio Antonio Mendes Vilas. 2017. Studies on the solubility of phenolic compounds. Instituto Politecnico De Braganca, Portugal.

Downloads

Published

12-01-2021

Issue

Section

Articles