TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIDOMULYO RJ PEKANBARU

Authors

  • Erniza Pratiwi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Zahra Dela Sukma Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ratna Sari Dewi
  • Nofriyanti Nofriyanti Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v13i2.1655

Keywords:

Puskesmas Sidomulyo RJ, tingkat kepatuhan, tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang perlu diterapi dengan tepat dan dalam jangka waktu yang panjang. Obat anti tuberkulosis (OAT) harus dikonsumsi secara teratur untuk mencegah terjadinya pengobatan ulang. Salah satu faktor keberhasilan pengobatan adalah adanya kepatuhan minum obat oleh pasien. Pengetahuan yang baik, keyakinan akan sembuh, dan dukungan keluarga adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien penderita tuberkulosis paru dewasa di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru, pada bulan Juli – Agustus 2022. Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan merupakan puskesmas terbesar di kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dengan luas wilayah kerja meliputi 5 kelurahan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional secara deskriptif dengan metode pengumpulan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan membagikan lembar kuesioner. Data diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berumur 18 – 40 tahun (dewasa awal), dan berjenis kelamin perempuan, dengan latar belakang pendidikkan SMP – SMA (pendidikan menengah). Berdasarkan data tersebut didapat sebanyak 10,9% pasien memiliki kepatuhan tinggi, 70,3% pasien memiliki kepatuhan cukup, dan 18,8% pasien memiliki kepatuhan kurang. Berdasarkan hasil diatas dapat digambarkan bahwa tingkat kepatuhan pasien Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru adalah kepatuhan cukup.

Tuberculosis is an infectious disease that needs to be treated appropriately and in the long term. Anti-tuberculosis drugs (OAT) must be taken regularly to prevent re-treatment. One of the factors for the success of treatment is the patient's adherence to taking medication. Good knowledge, belief in recovery, and family support are some of the things that can increase patient compliance in taking medication. This study aims to determine the level of adherence to taking medication in patients with adult pulmonary tuberculosis at the Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru, in July - August 2022. Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru is the largest health center in Tampan sub-district, Pekanbaru City with a working area covering 5 urban villages. This research is a descriptive observational study with cross sectional collection method. The sampling technique was accidental sampling by distributing questionnaire sheets. The data is processed with Microsoft Excel. The results showed that most of the patients were aged 18-40 years (early adulthood), and were female, with an educational background of SMP/Equivalent – ​​SMA/Equivalent (secondary education). Based on these data, it was found that 10.9% of patients had high adherence, 70.3% of patients had sufficient compliance, and 18.8% of patients had poor adherence. From the results above, it can be illustrated that the level of compliance of patients at the Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan Pekanbaru is sufficient compliance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amran, R., Abdulkadir, W. dan Madania, M. 2021. Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien di Puskesmas Tombulilato Kabupaten Bone Bolango. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 1(1): 57–66.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistisk Provinsi Riau. 2023. Kasus Penyakit Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Penyakit di Provinsi Riau tahun 2023. Badan Pusat Statistisk Provinsi Riau.

Budianto, A. dan Inggri, R.H. 2014. Usia dan Pendidikan Berhubungan Dengan Perilaku Age And Education Related Compliance With Drinking Behavior.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2002. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Cetakan ke-8. Jakarta: DepKes RI.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Pharmaucetical Care Untuk Penyakit Tuberculosis. Direktorat Bina Farmasi Komunitas Klinik. Ditjen Bina Farmasi dan Alkes. Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2007. Pedoman Rasional Penanggulangan Tuberculosis. Jakarta.

Departermen Kesehatan Republik Indonesia. 2011. TBC Masalah Kesehatan Dunia. Jakarta: BPPSDMK.

Dermawanti. 2014. Hubungan Komunikasi Interpersonal Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien Menjalani Pengobatan Tuberkuosis Paru di Puskesmas Sunggal Medan. Medan: FKM USU.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. 2023. Profil Kesehatan Provinsi Riau. Dinkes Riau.

Fitri, L.D., Marlindawani, J. dan Purba, A. 2018. Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(1): 33-42.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia Tahun 2014. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 74 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2018. Pedoman Penanggulangan Penyakit TB Paru. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mokolomban, C., Wijoyono, W.I., dan Mpila, D.A. 2019. Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 disertai Hipertensi dengan Menggunakan Metode MMAS-8.Jurnal Ilmiah Farmasi Pharmacon. 7(4) : 69-78

Notoatmodjo, S. 2011. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurjana, M.A., Kesehatan, B.L., Labuan, K. dan Donggala, K. 2015. Faktor Risiko Terjadinya Tuberculosis Paru Usia Produktif ( 15-49 Tahun ) Di Indonesia. Jurnal Media Litbangkes. 25(3); 163–170.

Pameswari, P., Halim, A. dan Yustika, L. 2016. Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Mayjen H. A Thalib Kabupaten Kerinci. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 2(2): 116-121.

Rahmi, N., Hidayati, N. dan Nur, O.W. 2019. Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberculosis Di Balai Kesehatan Masyarakat (BALKESMAS) Wilayah Klaten. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong, 788–795.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan ke- 26. Penerbit Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta

Suhada, R. I. 2018. Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis (TBC) Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2018. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Farmasi dan Kesehatan. Insitut Kesehatan Helvetia: Medan.

Suparto. 2015. Gambaran Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Terhadap Regimen Terapeutik di Puskesmas Padasuka. Bandung.

Waluyo, S., dan Budhi, M.P. 2013.Cek Kesehatan Anda: Pria Usia 50 Tahun. PT Elex Media Komputindo : Jakarta.

Whelton, P. K., Carey, R. M., Aronow, W. S., Casey, D. E., Collins, K. J., Dennison Himmelfarb, C., DePalma, S. M., Gidding, S., Jamerson, K. A., Jones, D. W., MacLaughlin, E. J., Muntner, P., Ovbiagele, B., Smith, S. C., Spencer, C. C., Stafford, R. S., Taler, S. J., Thomas, R. J., Williams, K. A. and Wright, J.T. 2018. Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Clinical Pr. Journal of the American College of Cardiology, 71(19), e127–e248.

World Health Organization. 2010. Multidrug and extensively drug-resistant TB (M/XDRTB): 2010 global report on surveillance and response. WHO Library Cataloguing-in Publication Data.

World Health Organization. 2012. Global Tuberculosis Control. WHO report 2012. Geneva: WHO

World Health Organization. 2018. Technical report on critical concentrations for drug susceptibility testing of medicines used in the treatment of drug- resistant tuberculosis. World Health Organization.

World Health Organization. 2020. Consolidated guidelines on Tuberculosis. World Health Organization

Published

30-12-2024

How to Cite

Pratiwi, E., Sukma, Z. D., Dewi, R. S., & Nofriyanti, N. (2024). TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SIDOMULYO RJ PEKANBARU. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 13(2), 132–141. https://doi.org/10.51887/jpfi.v13i2.1655

Issue

Section

Articles