PROFIL PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) TAHUN 2024

Penulis

  • Husnawati Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Adinda Salwa Nabilla Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2098

Kata Kunci:

penggunaan obat, antidiabetes oral, rumah sakit

Abstrak

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh secara efektif tidak dapat  menggunakan hasil insulinnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antidiabetes oral pada pasien DM tipe 2 di poli rawat jalan Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) tahun 2024. Sampel penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 yang mendapatkan obat oral di poli rawat jalan RS PMC tahun 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dan analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat gambaran penggunaan antidiabetes oral pada pasien DM tipe 2 di poli rawat jalan RS PMC pada tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (66,27%), dengan penggunaan obat oral terbanyak pada rentang usia pra lansia 45-59 tahun sebanyak 56,63%. Antidiabetes yang paling banyak digunakan di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center (PMC) berdasarkan zat aktif dan golongan obat adalah zat aktif glimepiride sebanyak 48,20% dengan golongan sulfonilurea sebanyak 54,68% dan zat aktif metformin sebanyak 34,53% dengan golongan biguanid. Obat generik dan dagang yang paling banyak digunakan adalah generik sebanyak 100%. Terapi tunggal dan kombinasi yang paling banyak digunakan yaitu terapi kombinasi sebanyak 53,01%, dan kombinasi yang banyak digunakan yaitu kombinasi glimepiride dengan metformin sebanyak 68,18%.

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use its insulin. The purpose of this study was to determine the description of the use of oral antidiabetic drugs in type 2 DM patients in the outpatient clinic of Pekanbaru Medical Center (PMC) Hospital in 2024. The sample of this study was type 2 DM patients who received oral medication in the outpatient clinic of PMC Hospital in 2024. The method used in this study was an observational study with retrospective data collection and descriptive data analysis to see the description of the use of oral antidiabetic drugs in type 2 DM patients in the outpatient clinic of PMC Hospital in 2024. The results showed that the majority of respondents were female (66.27%), with the use of oral medication in the pre-elderly age range of 45-59 years as much as 56.63%. The most widely used antidiabetic drugs at Pekanbaru Medical Center (PMC) Hospital based on active ingredients and drug class are glimepiride (48.20%), sulfonylurea (54.68%), and metformin (34.53%), biguanide (34.53%). Generic and trade names are the most widely used drugs, accounting for 100%. The most commonly used single and combination therapies are combination therapy (53.01%), and the most commonly used combination is glimepiride and metformin (68.18%).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abrahamson, M.J. 2015. Should Sulfonylureas Remain An Acceptable First-Line AddOn to Metformin Therapy In Patients With 2 Diabetes? Yes, They Continue To Serve Us Well, Diabetes Care, 38(1): 166-169.

Annisa, BS., Puspitasari, CE., dan Aini, SR. 2021. Profil penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di instalasi rawat jalan RSUD Provinsi NTB tahun 2018. Sasambo Journal of Farmasi, 2(1): 37-41.

DiPiro, J.T., Yee, G.C, Posey, L.M., Haines, S.T., Nolin, T.D., Ellingrod, V. 2020. Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, New York: Mc Graw Hill

IDF. 2021. International Diabetic Federation (IDF) Diabetes Atlas, 10th edition.

Kemenkes RI. 2018. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, p 1689-1699.

Kemenkes RI. 2019. Pedoman Pelayanan Kefarmasian Pada Diabetes Melitus. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Nugroho, P.S., dan Sari, Y. 2020. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Usia dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Tahun 2019. Jurnal Dunia Kesmas, 8(4): 1–5.

Permenkes RI. 2013. Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional. Jakarta: Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

PERKENI. 2021. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Perhimpunan Endokrinologi Indonesia, p 46.

Rosita, R., Kusumaningtiar, D.A., Irfandi, A, dan Ayu, I.M. 2022. Hubungan Antara Jenis Kelamin, Umur, Dan Aktivitas Fisik Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lansia Di Puskesmas Balaraja Kabupaten Tangerang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3): 364–371.

World Health Organization (WHO). 2016. Global report on diabetes. Available at https://www.who.int/publications/i/item/9789241565257. Diakses tanggal 1 April 2024

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Husnawati, & Nabilla, A. S. (2025). PROFIL PENGGUNAAN ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT PEKANBARU MEDICAL CENTER (PMC) TAHUN 2024. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 14(2), 80–85. https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i2.2098

Terbitan

Bagian

Articles