UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

Authors

  • Habibie Ghiffari Institut Kesehatan Mitra Bunda
  • Arie Vonikartika Institut Kesehatan Mitra Bunda
  • Ridho Adjinagara Institut Kesehatan Mitra Bunda

DOI:

https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i1.2153

Keywords:

Antibakteri, Blumea balsamifera L., daun sembung, difusi cakram, Escherichia coli

Abstract

Daun sembung (Blumea balsamifera L.) merupakan tanaman obat tradisional yang diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid, dan minyak atsiri, yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sembung terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli serta menentukan konsentrasi efektifnya. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antibak teri menggunakan metode difusi cakram dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu 100 mg/mL, 200 mg/mL, dan 400 mg/mL. Sebagai pembanding digunakan kontrol positif Cotrimoxazole 25 µg dan kontrol negatif DMSO 10%. Zona hambat yang terbentuk diukur dengan ja ngka sorong dan dianalisis secara deskriftif an uji one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembung menghasilkan zona hambat rata-rata sebesar 6,49 mm (sedang) pada konsentrasi 100 mg/mL, 7,61 mm (sedang) pada konsentrasi 200 mg/mL, dan 8,48 mm (sedang) pada konsentrasi 400 mg/mL. Sementara itu, kontrol positif menghasilkan zona hambat 33,7 mm (kuat) dan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun sembung memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan daya hambat tergolong lemah hingga sedang , Aktivitas antibakteri ini berasal dari senyawa bioaktif dalam ekstrak, namun efektivitasnya masih jauh di bawah kontrol positif (Cotrimoxazole). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sembung memiliki potensi antibakteri, namun perlu dilakukan optimasi metode ekstraksi dan pemurnian senyawa aktif untuk meningkatkan efektivitasnya.

Blumea balsamifera L. (known as sembung leaves) is a traditional medicinal plant containing secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, steroids, and essential oils, which are known to possess antibacterial potential. This study aimed to determine the antibacterial activity of the ethanolic extract of Blumea balsamifera leaves against Escherichia coli and to identify its effective concentration. Extraction was carried out using the maceration method with 96% ethanol. The antibacterial activity test was perfo rmed using the disc diffusion method with three concentration variations: 100 mg/mL, 200 mg/mL, and 400 mg/mL. Cotrimoxazole 25 µg served as the positive control, and 10% DMSO was used as the negative control. The inhibition zones were measured using a cal iper and analyzed descriptively as well as by one-way ANOVA. The results showed that the ethanolic extract of Blumea balsamifera produced average inhibition zones of 6.49 mm (moderate) at 100 mg/mL, 7.61 mm (moderate) at 200 mg/mL, and 8.48 mm (moderate) at 400 mg/mL. In comparison, the positive control (Cotrimoxazole) exhibited a strong inhibition zone of 33.7 mm, while the negative control showed no antibacterial activity. In conclusion, the ethanolic extract of Blumea balsamifera leaves demonstrated antibacterial activity against Escherichia coli with inhibition strength categorized as weak to moderate. The antibacterial activity is attributed to the bioactive compounds present in the extract; however, its effectiveness remains significantly lower than that of the standard antibiotic (Cotrimoxazole). Further optimization of extraction methods and purification of active compounds is recommended to enhance its antibacterial efficacy.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alioes, Y., Kartika, A., Zain, E. A., & Azzura, V. 2019. Uji Potensi Antijamur Candida albicans Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L.) Dibandingkan Dengan Sediaan Daun Sirih Yang Beredar Di Pasaran Secara in Vitro. Jurnal Kimia Riset, 3(2): 108-115.

Amalia, A., Sari, I., & Nursanty, R. 2017. Aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC) terhadap pertumbuhan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Prosiding Seminar Nasional Biotik V.

Asifa, U. S., Khotimah, S., & Hadi, D. P. 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksana Kulit Buah Mangga (Garcinia mangostana L.) Terhadap Pertumbuhan Shigella flexneri Secara In Vitro. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 4(1).

Asworo, R. Y., & Widwiastuti, H. 2023. Pengaruh ukuran serbuk simplisia dan waktu maserasi terhadap aktivitas antioksidan ekstrak kulit sirsak. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education (e-Journal), 3(2): 256–263.

Departemen Kesehatan RI. 2000. Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat (Cetakan pertama). Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Dikjen POM.

Dima, L. L. R. H., Fatimawali, & Lolo, W. A. 2016. Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 5(2): 282–287.

Rizky, E., Husein, S., Khairunnisa, N. A., & Elanda, Y. 2025. Potensi antibakteri fraksi n-heksan daun sembung (Blumea balsamifera L.) terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acnes dengan metode welling diffusion. Best Journal: Biologi, Education, Science, dan Teknologi, 8(1): 583–589.

Fakhruzy, Kasim, A., Asben, A., & Anwar, A. 2020. Review: Optimalisasi metode maserasi untuk ekstraksi tanin rendemen tinggi. Menara Ilmu, 14(2): 38–41.

Febriyenti, F., Suharti, N., Lucida, H., Husni, E., & Sedona, O. 2018. Karakterisasi dan studi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol secang (Caesalpinia sappan L.). JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis), 5(1): 23–27.

Hainil, S., Fitriani Sammulia, S., & Adella. 2022. Aktivitas Antibakteri Staphyloccocos aureus dan Salmonella thypi Ekstrak Metanol Anggur Laut (Caulerpa racemosa). Jurnal Surya Medika, 7(2): 86-95.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata dan Imam Sudiro, Edisi I. ITB. Bandung.

Hariana, A. 2014. Tumbuhan obat & khasiatnya. Penebar Swadaya.

Haryanto, Y., & Riyanto. 2023. Pengaruh suhu evaporasi terhadap kadar kurkumin dalam ekstrak etanol kunyit (Curcuma domestica Val.). Dalam Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (hlm. 185–196).

Hasriyani, Zulfa, A., Anggun, L., & Murhayati, R. 2020. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% biji lada hitam (Piper nigrum L.) terhadap bakteri Escherichia coli. Indonesia Jurnal Farmasi, 5(2): 14.

Hidayat, R. S., & Napitupulu, R. M. 2015. Kitab tumbuhan obat. AgriFlo (Penebar Swadaya Grup).

Isnawati, A., Raini, M., & Alegantina, S. 2007. Standarisasi simplisia dan ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera (L)) dari tiga tempat tumbuh. Media Litbang Kesehatan, 16(2): 1–6.

Jaiswal, Y., Liang, Z., & Zhao, Z. 2016. Obat-obatan botani dalam Ayurveda dan Cina tradisional. Journal of Ethnopharmacology, 194: 245–259.

Kemenkes RI. 2011 Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2406/MENKES/PER/XII/2011 Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Naipospos, M., Idris, M., & Rahmadina. 2022. Penapisan fitokimia dan penentuan kadar flavonoid ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC) Desa Hasang dan Desa Simangalam. KLOROFIL, 6(2): 54–62.

Ndumuye, E., Langi, T. M., & Taroreh, M. I. R. 2022. Chemical characteristics of muate flour (Pteridophyta filicinae) as traditional food for the community of Kimaam Island. Jurnal Agroekoteknologi Terapan, 3(2): 261-268.

Ningsih, S. R., Handayani, R., & Pratama, D. 2020. Pengaruh waktu maserasi terhadap rendemen ekstrak etanol tanaman. Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1): 12–20.

Nurjanah, G. S., et al. 2020. Kajian pustaka: Resistensi Escherichia coli terhadap berbagai macam antibiotik pada hewan dan manusia. Indonesia Medicus Veterinus, 9(6): 970–983.

Nurrosyidah, I. H., Kusumastuti, A. F., Rahmadani, D. C., & Kusumastuti, E. 2021. Aktivitas antibakteri yogurt susu Phaseolus vulgaris L. dan Phaseolus radiatus L. dengan penambahan madu terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan ESBL. Medicamento, 7(2): 90–94.

Pradana, A. R., Wahyudi, H., & Lestari, D. 2023. Rendemen ekstrak etanol herba rumput akar wangi (Polygala paniculata L.) pada perbandingan konsentrasi pelarut. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 5(3): 373–383.

Putri, D. A., Lestari, S., & Anggraini, D. 2019. Rendemen dan karakteristik ekstrak etanol tanaman dari simplisia kering. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan, 5(2): 67–73.

Retnaningsih, A., Primadiamanti, A., & Marisa, I. 2019. Uji daya hambat ekstrak etanol biji pepaya terhadap bakteri Escherichia coli dan Shigella dysentriae dengan metode difusi sumuran. Jurnal Analisis Farmasi, 4(2): 122–129.

Robinson, T., 1995, Kandungan Organik Tumbuhan Obat Tinggi, Diterjemahkan oleh Kokasih Padmawinata, p. 191-209, ITB, Bandung.

Ruhardi, A., & Sahumena, M. H. 2021. Identifikasi senyawa flavonoid daun sembung (Blumea balsamifera L.). Syifa Sciences and Clinical Research, 3(1): 29–36.

Ruhimat, U., Tunas, S. B., & Tasikmalaya, H. 2015. Daya hambat infusum daun sembung (Blumea balsamifera) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dengan metode difusi cakram. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 13(1): 142–148.

Sa’adah, H., Pristanti, R., & Warnida, H. 2024. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun sembung (Blumea balsamifera L.) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 6(1): 49–62.

Sari, P., Widyastuti, E., & Rahmawati, N. 2018. Perbandingan rendemen ekstrak dengan pelarut etanol 70% dan 96% pada tanaman. Jurnal Kimia Riset, 6(3): 123–130.

Hatmi R. U., Widyayanti, S., & Sudarmaji. 2015. Potensi kepel (Stelechocarpus burahol [Blume] Hook.F & Th.) sebagai sumber pangan fungsional. Dalam Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta. P. 248-257.

Widhiantara, I. G., Permatasari, A. A., Siswanto, F. M., & Dewi, N. P. 2018. Ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera) memperbaiki histologi testis tikus wistar yang diinduksi pakan tinggi lemak. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 5(2): 111–118.

Wijaya, D. P., Paendong, J. E., & Abidjulu, J. 2014. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dari daun nasi (Phrynium capitatum) dengan metode DPPH. Jurnal MIPA, 3(1): 11.

Wulandari, R., Sari, D. I., & Nurhayati. 2019. Formulasi tablet hisap ekstrak etanol daun sembung (Blumea balsamifera L.). Jurnal Farmasi dan Obat Tradisional, 4(1): 14–22.

Published

30-11-2025

How to Cite

Ghiffari, H., Vonikartika, A. ., & Adjinagara, R. (2025). UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 14(1), 54–66. https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i1.2153

Issue

Section

Articles