COST EFFECTIVENESS ANALYSIS (CEA) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AZITROMISIN DENGAN SEFIKSIM PADA PASIEN BPJS PNEUMONIA DEWASA RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGKINANG
DOI:
https://doi.org/10.51887/jpfi.v14i1.2132Keywords:
Azitromisin, ACER, CEA, pneumonia, sefiksimAbstract
Pneumonia merupakan penyakit infeksi akut mengenai jaringan paru (alveoli) yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui efektivitas biaya terapi penggunaan antibiotik Azitromisin tablet 500 mg dibandingkan dengan Sefiksim tablet 200 mg pada pasien pneumonia dewasa rawat inap dengan metode CEA di RSUD Bangkinang menggunakan perspektif provider. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medis pasien dan data keuangan. Data biaya meliputi total biaya medis langsung (biaya antibiotik, biaya obat lain, biaya dokter, biaya laboratorium, biaya rawat inap, dan biaya administrasi). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil semua pasien yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 173 pasien. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata lama rawat inap pasien pneumonia yang menggunakan antibiotik Azitromisin tablet 500 mg adalah 4,38 hari dengan rata-rata total biaya Rp 2.249.135,85,- dan nilai ACER Rp 513.501,33/hari lebih rendah dibandingkan rata-rata lama rawat inap pada pasien pneumonia yang menggunakan antibiotik Sefiksim tablet 200 mg adalah 4,67 hari dengan rata-rata total biaya Rp 3.597.022,51,- dan nilai ACER Rp 770.240,36/hari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengobatan pneumonia yang menggunakan terapi antibiotik Azitromisin tablet 500 mg cost effective dibandingkan dengan antibiotik Sefiksim tablet 200 mg.
Pneumonia is an acute infectious disease of lung tissue (alveoli) caused by the bacterium Streptococcus pneumoniae. This study aims to analyze and determine the cost effectiveness of the use of antibiotic Azithromycin tablets 500 mg compared to Cefixime tablets 200 mg in hospitalized adult pneumonia patients with the CEA method at Bangkinang Hospital. This study is an observational research with retrospective data collection from patient medical records and financial data. Cost data includes total direct medical costs (antibiotic costs, other drug costs, doctor costs, laboratory costs, hospitalization costs, and administrative costs). Sampling was carried out by taking all patients who met the inclusion criteria, namely 173 patients. The results showed that the average length of hospitalization of pneumonia patients who used the antibiotic Azithromycin tablets 500 mg was 4,38 days with an average total cost of Rp 2.249.135,85,- and the ACER value of Rp 513.501,33/day was lower than the average length of hospitalization in pneumonia patients who used antibiotics Cefixime tablets 200 mg was 4,67 days with an average total cost of Rp 3.597.022,51,- and the ACER value of Rp 770.240,36/day. Based on the results of the study, it can be concluded that the treatment of pneumonia using antibiotic therapy Azithromycin tablets 500 mg is cost-effective compared to antibiotics Cefixime tablets 200 mg.
Downloads
References
American Pharmacist Association (AphA). 2012. Drug Information Handbook: A Comprehensive Resource for All Clinicians and Healthcare Proffesionals, 21th Edition. Lexicomp. Amerika.
Andayani, T. M. 2013. Farmakoekonomi. Bursa Ilmu. Yogyakarta.
Ardyati, S., Kurniawan, N. U., & Darmawan, E. 2017. Pengaruh Pemberian Steroid sebagai Terapi Tambahan terhadap Rata-rata Lama Pasien Dirawat di Rumah Sakit dan Tanda Klinis pada Anak dengan Pneumonia. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 6(3): 181-189.
Bassetti, M., Kollef, M. H., & Timsit, J. F. 2023. Management of Hospital-acquired Pneumonia and Ventilator-Associated Pneumonia in Critically ill Adults. Nature Reviews Clinical Oncology, 19(1): 45–62.
Castle, S., S. 2007. Cefixime. VA Medical Center. USA. Davey, P. 2005. At a Glance Medicine. Erlangga. Jakarta.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. 2022. Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Pekanbaru.
Dipiro, C. V., Dipiro, J. T., Schwinghammer, T. L., & Wells, B. G. 2017. Pharmacotherapy Handbook, Tenth Edition. McGraw-Hill Education. New York.
Fatin, M. N., Rahayu, C., & Suwantika, A. A. 2019. Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Community-acquired Pneumonia di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(3): 228-236.
Fransiska Wahyu Bintari Putri, F. 2023. Potensi Interaksi Antibiotik Pada Kasus Infeksi Pneumonia Di Bangsal Rawat Inap Rsud Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia, 3(2): 109-119.
Hanafiah, M.Y. & Amir, A. 2008. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. EGC. Jakarta.
Hudmawan, ZA, Abdurrahmat, AS, & Annashr, N. N. 2023. Hubungan Antara Faktor Host dan Environment dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Cilembang Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 19(2): 127-148.
Hurlock, E. 2001. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Hidup Ed.V. Erlangga. Jakarta.
Hutami, M., Christiandari, H., & Hernawan, J. Y. 2024. Pola Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Dewasa Rawat Inap RSU PKU Muhammadiyah Bantul Periode Tahun 2022. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 2(1): 01-10.
Ikatan Dokter Indonesia. 2018. Press Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia World Pneumonia Day, Jakarta.
Indijah, S. W. 2016. Farmakologi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Islam, Z., Hastuti, S., & Mansur, R. R. 2023. Analisis Efektifitas Biaya Penggunaan Cefiksim Dan Ceftriakson Pada Pasien Pneumonia. Majalah Farmasi dan Farmakologi, 27(3): 11-14.
Iqbal, M. F. 2022. Ketentuan Kodefikasi Pneumonia Kasus Rawat Inap pada Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berdasarkan ICD 10. Jurnal Rekam Medis & Manajemen Infomasi Kesehatan, 2(1): 1-7
Kalil, A. C., et al. 2016. Management of Adults with Hospital-acquired and Ventilator-associated Pneumonia: 2016 Clinical Practice Guidelines by the IDSA and ATS. Clinical Infectious Diseases, 63(5): e61–e111.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2147/2023 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Pneumonia Dewasa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Tentang Rekam Medis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021. Buku Pedoman Penggunaan Antibiotik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Permenkes No 3 Tahun 2020. Tentang Klasifikasi Dan Perizinan Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Di rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Juknis SIRS 2011 : Sistem Informasi Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Jakarta.
Lanaya, D., Anggraini, Y., & Sarnianto, P. 2021. Efektivitas Biaya Antibiotik Seftriakson dan Sefotaxim dalam Pengobatan Pneumonia. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 9(2): 101-109.
Martínez, M. J., et al. 2023. Parasitic Lung Diseases: An update. Clinical Microbiology Reviews, 36(2): e00056-22.
Metlay, J. P., & Waterer, G. W. 2023. Community-acquired Pneumonia. The New England Journal of Medicine, 388(4): 351–362.
Medical Mini Notes. 2022. Basic Pharmacology & Drug Notes 2023 Edition. MMN Publishing. Makassar.
Misnadiarly. 2008. Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia Pada Anak Balita, Orang Dewasa, Usia Lanjut (1st ed.). Pustaka Obor Populer. Jakarta.
Notoatmodjo, S. 2018. Metodologi Penelitian. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Patel, D., Singh, R., & Mehra, S. 2023. Fungal Pneumonias: Current Concepts and Future Directions. Chest, 164(2): 421–432.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2014. Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Pneumonia Komunitas Di Indonesia . Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Jakarta.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2021. Panduan Umum Praktik Klinis Penyakit Paru dan Pernapasan. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Jakarta.
Rahayu, C., Purwanti, O. S., Sinuraya, R. K., & Destiani, D. P. 2014. Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Pasien Sepsis di Rumah Sakit di Bandung. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 2(2): 77-84.
Rahmatullah, P. 2009. Penyakit Paru pada Usia Lanjut. Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). 4th ed. FKUI. Jakarta.
Riskesdas. 2018. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
Putri, R. M., & Hasan, H. 2014. Tinjauan imunologi Pneumonia pada Pasien Geriatri. Cermin Dunia Kedokteran, 41(1): 14-18.
Robbins. 2004. Buku Ajar Patologi Robbins, Edisi 7, Volume 2. EGC. Jakarta.
Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang. 2021. Rumah Sakit Umum Daerah Bangkinang. Diakses pada tanggal 25 Oktober 2023, dari https://rsudbangkinang.kamparkab.go.id/
Sandman, Z., & Iqbal, O. M. 2023. Azithromycin. Diakses pada tanggal 30 Agustus 2024, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557 766/
Setiawan, D., Endarti, D., & Suwantika, A. A. 2017. Modeling Pharmacoeconomics. UM Purwokerto Press. Purwokerto.
Shah, R. D., Broadhurst, R., & Singh, M. 2024. Viral Pneumonia in Adults: Emerging Pathogens and Management Challenges. Journal of Clinical Virology, 173, 105438.
Sibila, O., & Torres, A. 2023. Bacterial Pneumonia in Adults: Epidemiology and Management. Lancet Respiratory Medicine, 11(2): 123–135.
Siregar, C.J.P., & Lia, A. 2003. Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan, EGC. Jakarta
Siregar C. 2004. Farmasi Rumah Sakit Teori dan Terapan. EGC. Jakarta
Sudoyo, W. A. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V. Internal Publishing. Jakarta.
Sudra, R. I. 2010. Statistik Rumah Sakit Dari Sensus Pasien & Grafik Barber-Jonhson Hingga Statistik Kematian & Otopsi. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Tjandrawinata R.R. 2016. Peran Farmakoekonomi dalam Penentuan Kebjakan yang Berkaitan dengan Obat-Obatan. MEDICINUS. 29(1): 46–52.
Tjay, T.H dan Rahardja, K. 2007. Obat-obat Penting: Khasiat, Penggunaan, dan Efek-efek Sampingnya, Edisi ke VI, Cetakan I. Hal. 263-270. Gramedia. Jakarta.
Thomas, L., Pazdernik & Laszlo, K. 2010. Rapid Review Pharmacology Third Edition. University of Kansas Medical Center. Kansas.
Walker, R., & Whittlesea, C. 2012. Clinical Pharmacy and Therapeutics : Fifth Edition. Churchill Livinstone Elsevier. London.
World Health Organization (WHO). 2022. Pneumonia. Diakses pada tanggal 19 Oktober 2023, dari https://www.who.int/news-room/fact- sheets/detail/pneumonia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rickha Octavia, Nofriyanti, Surien Fetri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


